Rabu, 24 Februari 2016

HARGA DALAM EKONOMI MIKRO


HARGA
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester
Mata Kuliah : Ekonomi Mikro
Dosen Pengampu: Dr. Abdul jalil, S.Ag, M.EI
                                               



Disusun Oleh :
Erma Muftia N.           : 1320210154


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM / EKONOMI SYARI’AH 
TAHUN 2014



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Barang atau jasa harus ditetapkan harganya sebelum dijual. an praktek penetapan harga actual ini dijelaskan? Dalam struktur pasar apapun sebuah perusahaan beroperasi, penetapan harga untuk maksimasi laba mangharuskan analisis yang seksama terhadap hubungan antara biaya marginal dan pendapatan marginal. Tetapi, riset tentang praktek – praktek penetapan harga aktual menunjukkan bahwa banyak perusahaan tampaknya menetapkan harga tanpa analisis eksplisit rehadap hubungan marginal. Studi memperlihatkan bahwa kebanyakan perusahaan menggunakan penetapan harga markup, menetapkan harga untuk menutup semua biaya langsung ditambah markup sebesar satu presentase tertentu untuk kontribusi laba (biaya umum dan laba) daripada menetapkan harga di mana MR = MC.
            Jika kita memahami prosedur yang dipergunakan untuk keputusan penetapan harga actual, tidak terdapat konflik antara teori dan praktek. Pada kenyataannya, praktek – praktek penetapan harga secara markup merupakan alat praktis yang dengannya perusahaan – perusahaan menerapkan analisis marginal untuk menetapkan harga berbagai barang dan jasa. Praktek penetapan harga secara markup yang luwes dan mencerminkan perbedaan dalam biaya marginal dan elastisitas permintaan merupakan cara yang efisien untuk beroperasi sehingga MR = MC untuk setiap lini produk yang dijual.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja yang mempengaruhi Penetapan Harga?
2.      Bagaimana system dan strategi dalam penetapan harga?
3.      Bagaimana pengaruh harga terhadap penjualan?

C.     Tujuan Penulisan
1.      Apa saja yang mempengaruhi Penetapan Harga?
2.      Bagaimana system dan strategi dalam penetapan harga?
3.      Bagaimana pengaruh harga terhadap penjualan?

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Faktor yang mempengaruhi Penetapan Harga
1.      Factor biaya produksi
Bagi sebuah bisnis yan akan berhasil, penetapan harga harus menutup total biaya ditambah dengan sejumlah profit margin. Oleh karena itu penetapan harga harus didasarkan pada sebuah pemahaman akan perilaku dasar biaya. Total biaya meliputi tiga komponen:
a.       Biaya dari barang yang dirtawarkan untuk dijual. Contoh, pengecer peralatan harus memasukkan dalam harga jualnya, biaya peralatan, dan ongkos distribusinya.
b.      Biaya penjualan yang memasukkan biaya langsung dari waktu yang digunakan pramuniaganya (gaji ditambah komisi) sama baiknya engan biaya dari kegiatan penjualan lainnya, seperti periklanan dan promosi penjualan.
c.       Biaya penyimpanan digudang, perlengkapan kantor, fasilitas, pajak, dan gaji. Semua klasifikasi biaya ini harus dimasukkan dalam proses penetapan harga.

Biaya memiliki perilaku yang berbeda sejalan engan peningkatan atau penurunan kuantitas yan diproduksi atau yang dijual. Total biaya variable adalah biaya yang enigkat secara keseluruhan sejalan dengan meningkatnya kuantitas produk yang terjadi ketika sebuah produk dibuat. Total biaya tetap adalah biaya yang tetap pada tingkatan kuantitas penjualan yang berbeda, contoh : gaji, biaya periklanan, biaya peralatan pabrik, dll. Sebuah pemahamanperilaku dari biaya yang berbeda dapat membantu seorang penjual menimalkan kesalahan dalam penetapan harga. Meskipun biaya tetap dan biaya variable tidak memiliki perilaku yang sama, bisnis berskala kecil sering memperlakukan kedua biaya itu dengan cara yang sama.

2.      Permintaan konsumen
Analisis biaya dapat mengidentifikasikan tingkat dibawah harga yang seharusnya tidak ditentukan untuk tujuan normal yaitu harga minimum. Analisis tersebut tidak menunjukan berapa banyak harga actual akan melebihi permintaan yang harus dipertimbangkan sebelum penetapan harga dilakukan.
a.       Elastisitas permintaan
Permintaan konsumen akan sebuah produk sering bersifat sensitive terhadap harga. Elastisis adalah istilah ang digunakan untuk untuk menggambarkan kepekaan ini, dan pengaruh perubahan harga akan kuantitas yang diminta adalah eelastisitas permintaan.  Sebuah produk ikatakan memiliki permintaan yang elastic jika peningkatan dalam harganya menaikkan total penerimaan.
Knsep elastisitas permintaan ini penting karena tingkat elastisitas menetapkan batas atau memberikan kesempatan penetapan harga yang lebih tinggi. Sebuah perusahaan kecil akan mencari cara untuk membedakan barang atau jasanya, sehingga sedikit peningkatan harga akan endatangkan sedikit perlawanan dari para konsumen.
b.      Keuntungan kompetitif sebuah perusahaan
Beberapa factor mempengaruhi daya tarik sebuah barang atau jasa pada parea konsumen. Salah satu factor tersebut adalah keuntungan kompetitif perusahaan. Jika para konsumen merasa bahwabarang atau jasa sebagai sebuah solusi penting bagi kebutuhan mereka yang belum terpenuhi, mereka akan meminta barang atau jasa dalam jumlah yang lebih banyak.[1]
3.      Harga barang lain yang sejenis (competitor)
      Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga competitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli. Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.[2]
4.      Pendapatan atau kondisi perekonomian target pasar
Pemahaman kondisi ekonomi yang terjadi saat ini dan perkiraan kedepan yang akan terjadi merupakan kunci pokok dalam upaya mengetahui daya beli masyarakat, disamping memperkirakan kondisi politik dan keamanan.  [3]
5.      Pajak
Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut naik. Sebab setelah dikenakan p produsen akan berusaha mengalihkan (sebagian) beban pajak tersebut ke konsumen, yaitu dengan jalan menawarkan harga jual yang lebih tinggi. Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta di pasar menjadi lebih tinggi daripda harga keseimbangan sebelum pajak, di lain plhak jumlah keseimbangannya menjadi lebih sedikit.[4]




B.     System dan strategi dalam penetapan harga
1.      System penetapan harga
a.       Analisis break even
Yaitu penetapan harga yang didasarkan pada permintaan pasar dan masih mempertimbangkan biaya. Perusahaan dikatakan break-even apabila penerimaan sama dengan biaya yang dikeluarkannya, dengan anggapan bahwa harga jualnya sudah tertentu. Analisis break even melibatkan perbandingan biaya alternative dan perkiraan penerimaan dengan tujuan untuk menentukandapat diterimanya tiap harga yang ditetapkan. Tahap tahapnya: 1) Meneliti hubungan penerimaan-biaya dan 2) memasukkan ramalan penjualan actual kedalam analisis tersebut. Analisis break even secara khusus disajikan dengan memakai rumus-rumus atau grafik.
b.      Penetapan harga dengan mark up
Dalam industry penjualan ecara eceran, tempat bisnis dapat membawa berbagai produk yang berbeda. Penetapan harga dengan mark-up telah menjelma menjadi system harga yang  dapat dikendalikan. Dengan pendekatan cost-plus pada penetapan harga, para pedagangeceran dapat menetapkam harga ratusan produk dengan sangat cepatdaripada mereka menggunakan analisi break-even untuk masing-masing produk. Dalam mengalkulasi harga penjualan barang-barang tertentu, seorang pedagang eceran menambahkan sebuah presentase mark-up untuk menutup hal-hal berikut:
1)      Biaya operasional
2)      Pengurangan harga selanjutnya, misalnya, mark-down dan potongan harga bagi karyawan
3)      Laba yang diinginkan


c.       Penetapan harga biaya plus (cost plus pricing method)
Untuk menentukan harga  jual perunit produk perlu menghitung jumlahseluruh biaya perunit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang dikehendaki pada unit tersebut, atau disebut margin,
2.      Strategi penetapan harga
Meskipun teknik seperti analisis break-even memberikan ide yang baik untuk menetapkan harga dengan mudah bagi sebuah produk yg spesifik, teknik tersebut tampaknya memberikansifat dasar yang mungkin menyesatkan. Beberapa analis hanyalah salah satu jenis peralatan untuk menetapkan harga dan seharusnya bukan menentukan harga akhir. Strategi penetapan harga yang mencerminkan pertimbangan tambahan yaitu penetration pricing, skimming price, penetapan harga mengikuti pemimpin pasar, penetapan harga variable, dan penetapan harga variable.
a.       Penetration pricing
Sebuah perusahaan yang menggunakan strategi ini mendapatkan harga sebuah barang atau jasa dibawah harga normalnya, harga pasar jangka panjang engan tujuan untuk memperoleh penerimaan oleh pasar yang lebih cepat atau untuk meningkatkan pangsa pasar yang sudah ada. Strategi ini kadang dapat menakutkan para pesaing baru untuk memasuki sebuah celah pasar jika mereka salah memandang bahwa penetration price sebagai sebuah harga jangka panjang. Secara nyata, perusahaan yang menggunakan strategi ini mengorbankan sejumlah profit margin untuk menjangkau penetration pasar.
b.      Skimming pricing
Strategi ini menetrapkan harga barang atau jasa pada tingkat yang tinggi  dalam waktu yang terbatas sebelum menurunkan harga tersebut, pada tingkat yang lebih kompetitif. Strategi ini mengasumsikan bahwa para consume tertentu akan membayar pada harga yang lebih tinggi karena mereka memanang sebuah barang tersebut sebagai sebuah barang prestisius. Penggunaan ini paling praktis ketika terdapat sedikit ancaman alam persaingan jangka pendek ketika biaya awal harus ditutup secepatnya.
c.       Penetapan harga menurut pemimpin pasar
Strategi ini menggunakan pesaing tertentu sebagai model dalam menetapkan harga barang atau jasa. Bisnis berskala kecil dalam persaingannya engan perusahaan yang lebih besar jarang berada dalam posisi untuk memikirkan dirinya sebagai pemimpin harga. Jika para pesaing memandang penetapan harga perusahaan kecil relative tidak penting, mereka mungkin memperbolehkan harga yang berbeda untuk muncul.
d.      Penetapan harga variable
Beberapa bisnis menggunakan strategi ini untuk menawarkan kelonggaran harga untuk para konsumen tertentu. Bahkan meskipun mereka mungkin memperlihatkan harga yang sama. Kelongaran dibuat bagi berbagai alas an, termasuk pengetahuan dan daya tawar menawar seorang konsumen. Dalam beberapa bidang bisnis, banyak berbagai perusahaan membuat keputusan penetapan harga dalam harga standard an menawarkan daftar kelongaran harga pada pembeli tertentu.
e.       Penetapan harga fleksibel
Daripada menggunakan total biaya sebagai dasar keputusan penetapan harga, banyak perusahaan dengan strategi ini mempertimbangkan kondisi pasar khusus dan praktik penetapan harga para pesaing.
f.       Penetapan lini harga
Strategi ini menetukan beberapa harga yang berbeda pada barang yang memiliki item  serupa dari barang dagangan eceran yang ditawarkan untuk dijual. Tingkat persediaan dari lini produk yang berbeda tergantung pada tingkat pendapatan dan keinginan membeli para konsumen sebuah toko. Strategi penetapan harga lini produk memiliki keuntungan untuk menyederhanakan pilihan bagi konsumen dan mengurangi persediaan minimum yang diperlukan.[5]
C.     Pengaruh harga terhadap permintaan
Adapun yang menjadi kesimpulan adalah variabel harga atau tingkat harga dan jumlah pendapatan sangat mempengaruhi jumlah permintaan pada produk tersebut. Dimana semakin tinggi harga suatu barang maka jumlah  permintaan masyarakat akan barang tersebut akan mengalami penurunan. Dan sebaliknya, ketika harga barang mengalami penurunan maka  permintaan masyarakat akan barang tersebut akan mengalami peningkatan. Sehingga jumlah kuantitas yang diperoleh masyarakat akan semakin banyak Pengaruh jumlah pendapatan juga sangat berdampak terhadap jumlah  permintaan masyarakat untuk memproleh barang tersebut. Jika pendapatan masyarakat semakin tinggi maka permintaan masyarakan terhadap barang akan semakin tinggi juga dan apabila pendapatan masyarakat semakin rendah maka  permintaan masyarakat terhadap barang tersebut akan semakin rendah.[6]











BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Faktor yang mempengaruhi Penetapan Harga
1.      Factor biaya produksi
Bagi sebuah bisnis yan akan berhasil, penetapan harga harus menutup total biaya ditambah dengan sejumlah profit margin. Oleh karena itu penetapan harga harus didasarkan pada sebuah pemahaman akan perilaku dasar biaya. Total biaya meliputi tiga komponen:
1.      Biaya dari barang yang dirtawarkan untuk dijual.
2.      Biaya penjualan yang memasukkan biaya langsung dari waktu yang digunakan pramuniaganya (gaji ditambah komisi) sama baiknya engan biaya dari kegiatan penjualan lainnya, seperti periklanan dan promosi penjualan.
3.      Biaya penyimpanan digudang, perlengkapan kantor, fasilitas, pajak, dan gaji.
2.      Permintaan konsumen
1.      Elastisitas permintaan
2.      Keuntunan kompetitif sebuah perusahaan

3.      Harga barang lain yang sejenis (competitor)
      Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga competitor sebagai referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar oligopoli
4.      Pendapatan atau kondisi perekonomian target pasar
Pemahaman kondisi ekonomi yang terjadi saat ini dan perkiraan kedepan yang akan terjadi merupakan kunci pokok dalam upaya mengetahui daya beli masyarakat, disamping memperkirakan kondisi politik dan keamanan.  [7]
5.      Pajak
Pajak yang dikenakan atas penjualan suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut naik.

System dan strategi dalam penetapan harga
1.      System penetapan harga
a.       Analisis break even
Analisis break even melibatkan perbandingan biaya alternative dan perkiraan penerimaan dengan tujuan untuk menentukandapat diterimanya tiap harga yang ditetapkan. Tahap tahapnya: 1) Meneliti hubungan penerimaan-biaya dan 2) memasukkan ramalan penjualan actual kedalam analisis tersebut. Analisis break even secara khusus disajikan dengan memakai rumus-rumus atau grafik.
b.      Penetapan harga dengan mark up
c.       Penetapan harga biaya plus (cost plus pricing method)
Untuk menentukan harga  jual perunit produk perlu menghitung jumlah seluruh biaya perunit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang dikehendaki pada unit tersebut, atau disebut margin,
            Strategi penetapan harga
a.       Penetration pricing
b.      Skimming pricing
c.       Penetapan harga menurut pemimpin pasar
d.      Penetapan harga variable
e.       Penetapan harga fleksibel.
f.       Penetapan lini harga

Pengaruh harga terhadap permintaan
Adapun yang menjadi kesimpulan adalah variabel harga atau tingkat harga dan jumlah pendapatan sangat mempengaruhi jumlah permintaan pada produk tersebut. Dimana semakin tinggi harga suatu barang maka jumlah  permintaan masyarakat akan barang tersebut akan mengalami penurunan.



DAFTAR PUSTAKA

Justin G, Longernecker, kewirausahaan,hlm.377-378
Sadono sukirno, pengantar teori mikroekonomi, PT. Raja grafindo Persada, jakarta
http://cutemother-duniaitufana.blogspot.com/2010/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://wartailmu.blogspot.com/2013/10/pengaruh-pajak-terhadap-keseimbangan.html
http://ikokz14.blogspot.com/2013/10/makalah-penetapan-harga.html


[1] Justin G, Longernecker, kewirausahaan,hlm.377-378
[2] http://cutemother-duniaitufana.blogspot.com/2010/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
[3] ibid
[4] http://wartailmu.blogspot.com/2013/10/pengaruh-pajak-terhadap-keseimbangan.html
[5] Sadono sukirno, pengantar teori mikroekonomi, Jakarta, PT. Raja grafindo Persada, 2001, hlm. 383
[6] http://ikokz14.blogspot.com/2013/10/makalah-penetapan-harga.html
[7] ibid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar