HARGA
Makalah
Disusun
Guna Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester
Mata
Kuliah : Ekonomi Mikro
Dosen
Pengampu: Dr. Abdul jalil, S.Ag, M.EI

Disusun
Oleh :
Erma
Muftia N. : 1320210154
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM /
EKONOMI SYARI’AH
TAHUN 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Barang
atau jasa harus ditetapkan harganya sebelum dijual. an praktek penetapan harga actual ini
dijelaskan? Dalam struktur pasar apapun sebuah perusahaan beroperasi, penetapan
harga untuk maksimasi laba mangharuskan analisis yang seksama terhadap hubungan
antara biaya marginal dan pendapatan marginal. Tetapi, riset tentang praktek –
praktek penetapan harga aktual menunjukkan bahwa banyak perusahaan tampaknya
menetapkan harga tanpa analisis eksplisit rehadap hubungan marginal. Studi
memperlihatkan bahwa kebanyakan perusahaan menggunakan penetapan harga
markup, menetapkan harga untuk menutup semua biaya langsung ditambah markup
sebesar satu presentase tertentu untuk kontribusi laba (biaya umum dan laba)
daripada menetapkan harga di mana MR = MC.
Jika kita memahami prosedur yang dipergunakan untuk keputusan penetapan harga
actual, tidak terdapat konflik antara teori dan praktek. Pada kenyataannya,
praktek – praktek penetapan harga secara markup merupakan alat praktis yang
dengannya perusahaan – perusahaan menerapkan analisis marginal untuk menetapkan
harga berbagai barang dan jasa. Praktek penetapan harga secara markup yang
luwes dan mencerminkan perbedaan dalam biaya marginal dan elastisitas
permintaan merupakan cara yang efisien untuk beroperasi sehingga MR =
MC untuk setiap lini produk yang dijual.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa saja yang mempengaruhi Penetapan Harga?
2.
Bagaimana system dan strategi dalam penetapan harga?
3.
Bagaimana pengaruh harga terhadap penjualan?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Apa saja yang mempengaruhi Penetapan Harga?
2.
Bagaimana system dan strategi dalam penetapan harga?
3.
Bagaimana pengaruh harga terhadap penjualan?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Faktor
yang mempengaruhi Penetapan Harga
1.
Factor
biaya produksi
Bagi sebuah bisnis yan akan berhasil,
penetapan harga harus menutup total biaya ditambah dengan sejumlah profit
margin. Oleh karena itu penetapan harga harus didasarkan pada sebuah
pemahaman akan perilaku dasar biaya. Total biaya meliputi tiga komponen:
a.
Biaya dari
barang yang dirtawarkan untuk dijual. Contoh, pengecer peralatan harus
memasukkan dalam harga jualnya, biaya peralatan, dan ongkos distribusinya.
b.
Biaya
penjualan yang memasukkan biaya langsung dari waktu yang digunakan
pramuniaganya (gaji ditambah komisi) sama baiknya engan biaya dari kegiatan
penjualan lainnya, seperti periklanan dan promosi penjualan.
c.
Biaya
penyimpanan digudang, perlengkapan kantor, fasilitas, pajak, dan gaji. Semua
klasifikasi biaya ini harus dimasukkan dalam proses penetapan harga.
Biaya memiliki perilaku yang berbeda sejalan engan peningkatan atau
penurunan kuantitas yan diproduksi atau yang dijual. Total biaya variable adalah
biaya yang enigkat secara keseluruhan sejalan dengan meningkatnya kuantitas
produk yang terjadi ketika sebuah produk dibuat. Total biaya tetap
adalah biaya yang tetap pada tingkatan kuantitas penjualan yang berbeda, contoh
: gaji, biaya periklanan, biaya peralatan pabrik, dll. Sebuah pemahamanperilaku
dari biaya yang berbeda dapat membantu seorang penjual menimalkan kesalahan
dalam penetapan harga. Meskipun biaya tetap dan biaya variable tidak memiliki
perilaku yang sama, bisnis berskala kecil sering memperlakukan kedua biaya itu
dengan cara yang sama.
2.
Permintaan
konsumen
Analisis biaya dapat
mengidentifikasikan tingkat dibawah harga yang seharusnya tidak ditentukan
untuk tujuan normal yaitu harga minimum. Analisis tersebut tidak menunjukan
berapa banyak harga actual akan melebihi permintaan yang harus dipertimbangkan
sebelum penetapan harga dilakukan.
a.
Elastisitas
permintaan
Permintaan konsumen akan sebuah
produk sering bersifat sensitive terhadap harga. Elastisis adalah
istilah ang digunakan untuk untuk menggambarkan kepekaan ini, dan pengaruh
perubahan harga akan kuantitas yang diminta adalah eelastisitas permintaan. Sebuah produk ikatakan memiliki permintaan
yang elastic jika peningkatan dalam harganya menaikkan total penerimaan.
Knsep elastisitas permintaan ini penting karena tingkat
elastisitas menetapkan batas atau memberikan kesempatan penetapan harga yang
lebih tinggi. Sebuah perusahaan kecil akan mencari cara untuk membedakan barang
atau jasanya, sehingga sedikit peningkatan harga akan endatangkan sedikit
perlawanan dari para konsumen.
b.
Keuntungan
kompetitif sebuah perusahaan
Beberapa factor mempengaruhi daya
tarik sebuah barang atau jasa pada parea konsumen. Salah satu factor tersebut
adalah keuntungan kompetitif perusahaan. Jika para konsumen merasa bahwabarang
atau jasa sebagai sebuah solusi penting bagi kebutuhan mereka yang belum
terpenuhi, mereka akan meminta barang atau jasa dalam jumlah yang lebih banyak.[1]
3.
Harga
barang lain yang sejenis (competitor)
Penetapan
harga dilakukan dengan menggunakan harga competitor sebagai referensi, dimana
dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar
oligopoli. Untuk menarik dan meraih para konsumen dan para pelanggan,
perusahaan biasanya menggunakan strategi harga. Penerapan strategi harga jual
juga bisa digunakan untuk mensiasati para pesaingnya, misalkan dengan cara
menetapkan harga di bawah harga pasar dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.[2]
4.
Pendapatan
atau kondisi perekonomian target pasar
Pemahaman kondisi ekonomi yang
terjadi saat ini dan perkiraan kedepan yang akan terjadi merupakan kunci pokok
dalam upaya mengetahui daya beli masyarakat, disamping memperkirakan kondisi
politik dan keamanan. [3]
5.
Pajak
Pajak yang dikenakan atas penjualan
suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut naik. Sebab setelah
dikenakan p produsen akan berusaha mengalihkan (sebagian) beban pajak tersebut
ke konsumen, yaitu dengan jalan menawarkan harga jual yang lebih tinggi.
Akibatnya harga keseimbangan yang tercipta di pasar menjadi lebih tinggi
daripda harga keseimbangan sebelum pajak, di lain plhak jumlah keseimbangannya
menjadi lebih sedikit.[4]
B.
System dan
strategi dalam penetapan harga
1.
System
penetapan harga
a.
Analisis
break even
Yaitu penetapan harga yang didasarkan
pada permintaan pasar dan masih mempertimbangkan biaya. Perusahaan dikatakan
break-even apabila penerimaan sama dengan biaya yang dikeluarkannya, dengan
anggapan bahwa harga jualnya sudah tertentu. Analisis break even melibatkan
perbandingan biaya alternative dan perkiraan penerimaan dengan tujuan untuk
menentukandapat diterimanya tiap harga yang ditetapkan. Tahap tahapnya: 1) Meneliti
hubungan penerimaan-biaya dan 2) memasukkan ramalan penjualan actual kedalam
analisis tersebut. Analisis break even secara khusus disajikan dengan memakai
rumus-rumus atau grafik.
b.
Penetapan
harga dengan mark up
Dalam industry penjualan ecara
eceran, tempat bisnis dapat membawa berbagai produk yang berbeda. Penetapan
harga dengan mark-up telah menjelma menjadi system harga yang dapat dikendalikan. Dengan pendekatan
cost-plus pada penetapan harga, para pedagangeceran dapat menetapkam harga
ratusan produk dengan sangat cepatdaripada mereka menggunakan analisi
break-even untuk masing-masing produk. Dalam mengalkulasi harga penjualan barang-barang
tertentu, seorang pedagang eceran menambahkan sebuah presentase mark-up
untuk menutup hal-hal berikut:
1)
Biaya
operasional
2)
Pengurangan
harga selanjutnya, misalnya, mark-down dan potongan harga bagi karyawan
3)
Laba yang
diinginkan
c.
Penetapan
harga biaya plus (cost plus pricing method)
Untuk menentukan harga
jual perunit produk perlu menghitung jumlahseluruh biaya perunit
ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang dikehendaki pada unit
tersebut, atau disebut margin,
2.
Strategi
penetapan harga
Meskipun teknik seperti analisis break-even memberikan
ide yang baik untuk menetapkan harga dengan mudah bagi sebuah produk yg
spesifik, teknik tersebut tampaknya memberikansifat dasar yang mungkin
menyesatkan. Beberapa analis hanyalah salah satu jenis peralatan untuk
menetapkan harga dan seharusnya bukan menentukan harga akhir. Strategi
penetapan harga yang mencerminkan pertimbangan tambahan yaitu penetration
pricing, skimming price, penetapan harga mengikuti pemimpin
pasar, penetapan harga variable, dan penetapan harga variable.
a.
Penetration
pricing
Sebuah perusahaan yang menggunakan
strategi ini mendapatkan harga sebuah barang atau jasa dibawah harga normalnya,
harga pasar jangka panjang engan tujuan untuk memperoleh penerimaan oleh pasar
yang lebih cepat atau untuk meningkatkan pangsa pasar yang sudah ada. Strategi
ini kadang dapat menakutkan para pesaing baru untuk memasuki sebuah celah pasar
jika mereka salah memandang bahwa penetration price sebagai sebuah harga jangka
panjang. Secara nyata, perusahaan yang menggunakan strategi ini mengorbankan
sejumlah profit margin untuk menjangkau penetration pasar.
b.
Skimming
pricing
Strategi ini menetrapkan harga barang
atau jasa pada tingkat yang tinggi dalam
waktu yang terbatas sebelum menurunkan harga tersebut, pada tingkat yang lebih
kompetitif. Strategi ini mengasumsikan bahwa para consume tertentu akan
membayar pada harga yang lebih tinggi karena mereka memanang sebuah barang
tersebut sebagai sebuah barang prestisius. Penggunaan ini paling praktis ketika
terdapat sedikit ancaman alam persaingan jangka pendek ketika biaya awal harus
ditutup secepatnya.
c.
Penetapan
harga menurut pemimpin pasar
Strategi ini menggunakan pesaing
tertentu sebagai model dalam menetapkan harga barang atau jasa. Bisnis berskala
kecil dalam persaingannya engan perusahaan yang lebih besar jarang berada dalam
posisi untuk memikirkan dirinya sebagai pemimpin harga. Jika para pesaing
memandang penetapan harga perusahaan kecil relative tidak penting, mereka
mungkin memperbolehkan harga yang berbeda untuk muncul.
d.
Penetapan
harga variable
Beberapa bisnis menggunakan strategi
ini untuk menawarkan kelonggaran harga untuk para konsumen tertentu. Bahkan
meskipun mereka mungkin memperlihatkan harga yang sama. Kelongaran dibuat bagi
berbagai alas an, termasuk pengetahuan dan daya tawar menawar seorang konsumen.
Dalam beberapa bidang bisnis, banyak berbagai perusahaan membuat keputusan
penetapan harga dalam harga standard an menawarkan daftar kelongaran harga pada
pembeli tertentu.
e.
Penetapan
harga fleksibel
Daripada menggunakan total biaya
sebagai dasar keputusan penetapan harga, banyak perusahaan dengan strategi ini
mempertimbangkan kondisi pasar khusus dan praktik penetapan harga para pesaing.
f.
Penetapan
lini harga
Strategi ini menetukan beberapa harga
yang berbeda pada barang yang memiliki item
serupa dari barang dagangan eceran yang ditawarkan untuk dijual. Tingkat
persediaan dari lini produk yang berbeda tergantung pada tingkat pendapatan dan
keinginan membeli para konsumen sebuah toko. Strategi penetapan harga lini
produk memiliki keuntungan untuk menyederhanakan pilihan bagi konsumen dan
mengurangi persediaan minimum yang diperlukan.[5]
C.
Pengaruh
harga terhadap permintaan
Adapun yang menjadi kesimpulan adalah variabel harga atau tingkat
harga dan jumlah pendapatan sangat mempengaruhi jumlah permintaan pada produk tersebut.
Dimana semakin tinggi harga suatu barang maka jumlah permintaan masyarakat akan barang tersebut akan mengalami
penurunan. Dan sebaliknya, ketika
harga barang mengalami penurunan maka permintaan masyarakat akan barang
tersebut akan mengalami peningkatan. Sehingga jumlah kuantitas yang diperoleh masyarakat akan semakin banyak Pengaruh jumlah pendapatan juga sangat
berdampak terhadap jumlah permintaan masyarakat untuk memproleh barang
tersebut. Jika pendapatan masyarakat semakin tinggi maka permintaan masyarakan
terhadap barang akan semakin tinggi juga dan apabila pendapatan masyarakat
semakin rendah maka permintaan masyarakat terhadap barang tersebut akan semakin rendah.[6]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Faktor yang mempengaruhi
Penetapan Harga
1.
Factor
biaya produksi
Bagi sebuah bisnis yan akan berhasil,
penetapan harga harus menutup total biaya ditambah dengan sejumlah profit
margin. Oleh karena itu penetapan harga harus didasarkan pada sebuah
pemahaman akan perilaku dasar biaya. Total biaya meliputi tiga komponen:
1.
Biaya dari
barang yang dirtawarkan untuk dijual.
2.
Biaya
penjualan yang memasukkan biaya langsung dari waktu yang digunakan
pramuniaganya (gaji ditambah komisi) sama baiknya engan biaya dari kegiatan
penjualan lainnya, seperti periklanan dan promosi penjualan.
3.
Biaya
penyimpanan digudang, perlengkapan kantor, fasilitas, pajak, dan gaji.
2.
Permintaan
konsumen
1.
Elastisitas
permintaan
2.
Keuntunan
kompetitif sebuah perusahaan
3.
Harga barang
lain yang sejenis (competitor)
Penetapan
harga dilakukan dengan menggunakan harga competitor sebagai referensi, dimana
dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang standar dengan kondisi pasar
oligopoli
4.
Pendapatan
atau kondisi perekonomian target pasar
Pemahaman kondisi ekonomi yang
terjadi saat ini dan perkiraan kedepan yang akan terjadi merupakan kunci pokok
dalam upaya mengetahui daya beli masyarakat, disamping memperkirakan kondisi
politik dan keamanan. [7]
5.
Pajak
Pajak yang dikenakan atas penjualan
suatu barang menyebabkan harga jual barang tersebut naik.
System dan strategi dalam
penetapan harga
1.
System
penetapan harga
a.
Analisis
break even
Analisis break even melibatkan perbandingan biaya
alternative dan perkiraan penerimaan dengan tujuan untuk menentukandapat
diterimanya tiap harga yang ditetapkan. Tahap tahapnya: 1) Meneliti hubungan
penerimaan-biaya dan 2) memasukkan ramalan penjualan actual kedalam analisis
tersebut. Analisis break even secara khusus disajikan dengan memakai rumus-rumus
atau grafik.
b.
Penetapan
harga dengan mark up
c.
Penetapan
harga biaya plus (cost plus pricing method)
Untuk menentukan harga
jual perunit produk perlu menghitung jumlah seluruh biaya perunit
ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang dikehendaki pada unit
tersebut, atau disebut margin,
Strategi penetapan harga
a.
Penetration
pricing
b.
Skimming
pricing
c.
Penetapan
harga menurut pemimpin pasar
d.
Penetapan
harga variable
e.
Penetapan
harga fleksibel.
f.
Penetapan
lini harga
Pengaruh harga terhadap
permintaan
Adapun yang menjadi kesimpulan adalah variabel harga atau tingkat
harga dan jumlah pendapatan sangat mempengaruhi jumlah permintaan pada produk tersebut.
Dimana semakin tinggi harga suatu barang maka jumlah permintaan masyarakat akan barang tersebut akan mengalami
penurunan.
DAFTAR PUSTAKA
Justin G, Longernecker, kewirausahaan,hlm.377-378
Sadono sukirno, pengantar
teori mikroekonomi, PT. Raja grafindo Persada, jakarta
http://cutemother-duniaitufana.blogspot.com/2010/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
http://wartailmu.blogspot.com/2013/10/pengaruh-pajak-terhadap-keseimbangan.html
http://ikokz14.blogspot.com/2013/10/makalah-penetapan-harga.html
[1]
Justin G, Longernecker, kewirausahaan,hlm.377-378
[2] http://cutemother-duniaitufana.blogspot.com/2010/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
[3]
ibid
[4] http://wartailmu.blogspot.com/2013/10/pengaruh-pajak-terhadap-keseimbangan.html
[5]
Sadono sukirno, pengantar teori mikroekonomi, Jakarta, PT. Raja grafindo
Persada, 2001, hlm. 383
[6] http://ikokz14.blogspot.com/2013/10/makalah-penetapan-harga.html
[7]
ibid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar