MANAJEMEN
PRODUKSI ATAU OPERASI
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Dasar-dasar Bisnis
Dosen Pengampu : Muhammad Husni M., SE,MM
Senin
Jam 2, 09.30-11.10 (G2)
Disusun Oleh Kelompok 3 :
Erma
Muftia N : 1320210154
Ayuga
Siska Indriyani : 1320210165
Nur
Handayani :
1320210156
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS
JURUSAN
SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM / EKONOMI SYARI’AH
TAHUN
2013/2014
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Manajemen pada dasarnya merupakan
proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian
pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan itu maka manajemen produksi dan operasi merupakan
proses pengambilan keputusan didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa
sehingga dapat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan
biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi dan operasi mengkaji
pengambilan keputusan dalam fungsi produksi dan operasi.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dan sistem operasi?
2.
Jelaskan desain sistem produksi!
3.
Apa saja kegiatan perencanaan dan
keputusan operasi?
4.
Bagaimana memilih lokasi,
rancangan dan tata letak operasi?
5.
Jelaskan pengawasan produksi?
C.
Tujuan Penulisan
§ Melatih mahasiswa menyusun makalah yang baik dalam upaya untuk
meningkatkan kualitas pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
§ Agar mahasiswa lebih memahami pokok pembahasan khusunya pada bab
manajemen produksi atau operasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN DAN SISTEM OPERASI
Operasi merupakan
rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengadaan input produk, melakukan
transformasi atau proses produksi untuk menghasilkan output berupa barang atau
jasa berdasarkan strategi bisnis serta disesuaikan dengan perubahan lingkungan.
1.
Penentuan
lokasi perusahaan
Penentuan lokasi perusahaan ada 2 :
a)
Lokasi
bisnis manufakturing
Bisnis
manufakturing adalah bisnis yang menghasilkan barang dalam suatu operasinya
untuk dijual kepada konsumen.
Penentuan
lokasinya berdasarkan pada biaya angkut bahan baku dan atau barang jadi yang
paling murah dibanding alternatif lainnya.
Model-model
perhitungannya dapat dilakukan sebagai berikut:
1)
Dasar
perhitungan kuantitatif
Jika
pabriknya tunggal dan pasar sekelompok
Dengan metode volum Rate-Volume-Distance
Lokasi perusahaan ditentukan pada daerah yang perhitungan biaya
angkut dari tarif, volume, dan jarak yang paling rendah.
Menghitung biaya angkut bahan baku dan barang jadi dilakukan
dengan rumus sebagai berikut:
Cost
(C) = ∑ Ri.Vi.Di
C=
biaya angkut
Ri
= tarif biaya angkut
Vi
= volume yang diangkut
Di
= jarak angkut
Dengan perbandingan biaya
operasi
Memilih lokasi perusahaan dapat dilakukan dengan memperhitungkan
biaya operasi total antar – alternatif lokasi, kemudan diperbandingkan dan
dipilih alternatif lokasi dengan biaya operasi paling rendah
Weighted score
Dalam metode ini akan diperbandingkan antar alternatif lokasi
perusahaan dengan memberikan score angka untuk masing-masing variabel pada
alternatif lokasi. Hal ini akan mengandung subjectifitas yang tinggi.
Jika
pabriknya lebih dari satu dan pasarnya juga lebih dari satu kelompok.
Metode yang di pakai adalah memilih
salah satu dari metode: stepping stone, MoDi, Vogel’s.
Prinsip dalam metode ini adalah perbandingan biaya angkut barang
jadi dari beberapa perusahaan kebeberapa lokasi pasar. Karena kompleksnya
perhitungan maka dapat digunakan matrik sebagai alat bantunya dan simpulannya
akan dipilih lokasi perusahaan yang biaya angkutnya paling rendah dari yang
lain.
2)
Pendekatan kualitatif
Lokasi
perusahaan ditentukan karena pertimbangan khusus yang di dasasrkan pada logika
atau citra daerah.
Misalnya
beberapa hal mengenai penentuan lokasi:
a.
Lokasi
dekat bahan baku (pabrik semen, minyak)
Alasannya
jika di anaslisis hasilnya akan seperti logika tersebut.
Sebab
untuk bahan alam yang kandungan semen dan atau minyak akan bercampur dengan
tanah atau lumpur sebagai residu yang biaya angkutnya mahal.
b.
Lokasi
dekat pasar atau tenaga kerja (elektronik)
Alasannya
karena biaya angkut komponen yang masih mengelompok akan lebih murah dibanding
barang jadi yang bentuknya sangat membutuhkan tempat
c.
Lokasi
pada pertimbangan historis /citra (rokok)
Alasannya
agar tercipta image dari masyarakat bahwa produk tersebut di buat di daerah
dimana tenaga kerja mampu membuat produk yang berkualitas.
b)
Lokasi bisnis jasa
Bisnis
jasa yang didatangi konsumen prinsip lokasinya adalah strategis, karena tidak
ada biaya angkut, sehingga akan memudahkan konsumen untuk mencari,
mendatanginya.
Bisnis
jasa yang mendatangi konsumen seperti cleaning service atau lainnya, lokasi
tidak harus strategis tetapi perlu dikomunikasikan kepada konsumen mengenai
alamat atau sarana komunikasinya.
2.
Penentuan standar
Standar kerja yang harus ditetapkan meliputi:
Ø Standar kualitas
Standar
mengenai kualitas barang atau jasa yang dihasilkan, dapat dilakukan standar per
atribut dari barang atau jasa. Untuk menjamin kualitas barang perlu
pengendalian mutu terpadu. Standar kualitas ini mencakup rencana, proses
produksi, monitoring dan tindak lanjut.
Ø Standar kuantitas
Standar
mengenai jumlah barang yang harus dibuat dalam suatu periode waktu tertentu.
Ø Standar waktu proses
Standar
waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi yang normal
Ø Standar produktivitas
Standar
mengenai rasio antara output dari proses produksi dan input yang digunakan.
3.
Perencanaan
jumlah produksi
Perkiraan jumlah produk yang dibuat diwaktu yang akan datang dapat
dilakukan beberapa cara antara lain:
v Perhitungan forecast produksi
Forecast
produksi didasarkan pada forecast penjualan perusahaan. Forecast penjualan
dapat dilakukan dengan metode statistik (trend linear/trend non-linear) dan
metode pendapat (judgment).
Pendalaman
hal ini ada diteknik proyeksi bisnis.
Besarnya
forecast produksi dirumuskan:
Forecast
produksi = forecast penjualan + persediaan akhir – persediaan awal
v Dari dasar perhitungan BEP (unit)
BEP
( break Even Point ) adalah suatu keadaan pada titik atau jumlah penjualan itu
per usahaan tidak laba dan tidak rugi yang berarti total biaya ( total cost )
sama dengan total pendapatan ( total revenue ) jumlah produk di buat harus
lebih besar dari unit terjual pada BEP.
Rumus
BEP linier dalam satuan unit barang (Q) sebagai berikut :
TR =
TC sehingga dijabarkan :
Q.P/u
= FC + VC/u.Q
Q ( P/u – VC/u ) = FC maka (Q)BEP = FC
P/u
– VC/u
TR= Total
Revenue, TC= total Cost, VC= Variabel Cost, FC = Fixed Cost, P/u = Price
perunit, VC/u = Variabel cost perunit, Q = Quantity
Rumus
BEP linear diatas mempunyai asumsi bahwa:
·
Biaya dapat dipisah menjadi biaya tetap dan variabel.
·
Harga jual dan biaya variabel perunit dalam periode perhitungan
selalu tetap.
·
Semua produksi terjual habis sehingga kuantitas penjualan sama
dengan produksi.
4.
Pengelolaan
kegiatan operasi
ü Pengaturan bahan baku
Pengaturan
bahan baku dilakukan dengan mengefisiensikan biaya pemesanan dan penyimpanan
yang akan dikeluarkan dalam satu periode dengan penerapan metode EOQ jika
asumsinya dapat dipenuhi. Sedangkan untuk efisiensi biaya penyimpanan ekstra
(extra carrying cost) dan pengganti bahan baku (stock out cost) dipergunakan
metode ROP (re order point).
Metode
EOQ dan ROP memiliki asumsi yang sama yaitu:
a.
Bahan
baku selalu tersedia pada leveransir.
b.
Pola
produksi yang stabil dalam perusahaan.
c.
Tarif
biaya pesan dan simpan selalu tetap dalam satu periode.
d.
Bahan
baku yang dibeli tidak rusak akibat disimpan.
e.
Perusahaan
memiliki gudang.
Perhitungan jumlah bahan baku yang harus dibeli agar biaya yang
dikeluarkan efisiensi dicari dengan rumus EOQ sebagai berikut:
Rumus EOQ =
Keterangan :
R= kebutuhan bahan baku selama satu periode perhitungan
O= biaya pesan setiap kali
C= biaya simpan dalam gudang persatuan bahan baku
Jika asumsi tersebut tidak dipenuhi secara keseluruhan maka rumus
EOQ tersebut tidak berlaku.
ü Pengaturan proses produksi atau operasi
a.
Proses
produksi diatur, sesuai dengan keinginan dan keadaan perusahaan, memilih dari
berbagai alternatif proses produksi sebagai berikut:
1.
Proses
produksi arus ada 2 jenis:
·
Proses
produksi terus menerus
Proses
produksi yang di lakukan terus menerus sejumlah tertentu kemudian dismpan dalam
gudang, disalurkan kepenyalur dan di jual ke konsumen.
·
Proses
produksi terputus-putus
Proses
produksi yang dilakukan hanya dalam waktu-waktu tertentu saja pada saat harus
diproduksi
2.
Proses
produksi pelayanan :
·
Produksi
dengan setandar
Proses
produksi yang di dasarkan pada standar perusahaan. Standar tersebut di desain
dari informasi konsumen. Konsumen membeli sebagaimana barang yang
distandardisasi tersebut.
·
Produksi
menurut pesanan
Proses
produksi dilakukan untuk membuat barang sebagaimana yang dipesan oleh konsumen.
Jadi bentuknya tidak distandardisasi tetapi sangat bervariasi.
b.
Sifat
atau teknis produksi
Teknis
produksi pada perusahaan manufaktur ada beberapa jenis:
a)
Proses
ekstraktif
Merupakan
proses produksi yang hanya mengambil dari alam dan sudah menjadi produk akhir,
misal emas, batu bara, dan sebagainya.
b)
Proses
analitis
Merupakan
kejadian produksi yang memisah-misahkan
bahan alam menjadi produk akhir, misal minyak, semen dan sebagainya.
c)
Proses
sintesis
Merupakan
kegiatan produksi dengan mencampur bahan-bahan kemudian diolah menjadi produk
akhir, misal makanan, minuman, obat-obatan dan sebagainya.
d)
Proses
pengubahan
Yaitu
kegiatan produksi dengan mengubah bahan menjadi produk akhir misalnya mebelair,
elektronik dan sebagainya.
5.
Pengawasaan
kegiatan produksi
Pengawasaan dalam kegiatan produksi
perlu di lakukan yaitu pada kegiatan perencanaan atau desainnya, proses
produksinya, monitoringnya maupun tindak lanjut dari monitoring itu. Jika itu
dilaksnakan semua maka disebut pengawasan terpadu sehingga menjamin produk
akhir akan memenuhi stadar yang diinginkan.
1)
Hal-hal
yang di awasi
Pengawasan dilakukan pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan
dengan produksi, meliputi:
a.
Pada
kegiatan proses produksi atau operasi
b.
Pada
kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.
c.
Pada
biaya produksi atau operasi yang dikeluarkan
d.
Pada
tenaga kerja yang melakukan kegiatan produksi
2)
Waktu
pengawasan
Pengawasan
dilakukan pada berbagai waktu dari aktivitas produksi meliputi :
a.
Pada
saat proses menentukan disain atau rancangan produk
b.
Pada
saat pelaksanaan proses produksi
c.
Pada
aktivitas monitoringnya
d.
Pada
akhir proses produksi
3)
Cara
pengawasan
Pengawasan terhadap produk
a)
Dengan
sertifikasi
Sertifikasi
terhadap produk dapat dilakukan dengan mengupayakan sertifikat berdasarkan Standar Industri (misal SII),
berdasarkan standar Asosiasi dan sebagainya.
b)
Dengan
chart untuk produk yang rusak (P. Chart
)
Menurut
cara ini, maka selalu dimonitor produk yang rusak atau cacat dalam proses
produksi. Dibuat standar yaitu batas atas adalah sebesar rerata barang rusak di
tambah di tambah dengan satu standar deviasi dan batas bawah adalah rerata
barang rusak di kurangi satu standar deviasi.
c)
Pemeriksaan
laboratorium
Pemeriksaan
laboratorium dilakukan untuk mengendalikan kualitas produk terhadap unsur kimiawinya
yang terkandung. Apakah barang yang dihasilkan di atas atau dibawah standar
yang di tetapkan.
d)
Penilaian
dari pendapat konsumen
Pendapat
konsumen didapat dari survei kepada konsumen dengan mengadakan daftar
pernyataan untuk dijawab mengenai kualitas produk atau jasa yang di hasilkan.
Pengawasan terhadap produksi
1.
Dengan
penerapan Gugus Kendali Mutu (GKM)
Gugus
kendali mutu adalah model pengawasan proses produksi dengan membentuk gugus
yang terdiri dari 3 sampai 8 orang yang pekerjaannya sejenis, secara rutin
dengan kesadaran sendiri selalu mengawasi pekerjaannya dan jika dapat
permasalahan dalam pekerjaannya kemudian di cari penyelesaiannya saat itu juga.
2.
Perolehan
sertifikasi ISO
Sertifikasi
ISO diberikan pada perusahaan yang memenuhi standar organisasi ISO pada
perencanaannya atau proses produksinya atau pengawasannya atau pada tindak
lanjutnya. Jadi ada audit aktivitas dari internal maupun eksternal.
Pengawasan terhadap tenaga kerja
1.
Dengan
standar produktivitas
Pengawasan
ini dilakukan dengan membandingkan antara kinerja para tenaga kerja dengan
standar yang ditetapkan sebelumnya.
2.
Waskat
atau pengawasan terhadap bawahannya langsung dan waskal yaitu pengawasan yang
ditugaskan pada unit tertentu.
Pengawasan terhadap biaya produksi
Dengan
management Qontrol Systems atau sistem pengendalian Manajemen. Caranya dengan
selalu membandingkan antara anggaran atau standar yang lain dengan realita
pembelajaran dibagian produksi.
6.
Standar
Produktivitas (PRODUCTIVITY)
1)
Tantangan
penciptaan productivity
a.
Pertumbuhan
perusahaan menjadi bisnis internasional, amat sulit untuk dapat menciptakan
tingkat produktivitas standar sesuai dengan peasing.
b.
Pada
perusahaan domestic amat berat untuk
dapat menciptakan domistic productivity.
2)
Ukuran
productivity
Productivity dapat diukur
baik secara total maupun partial atau bagian-bagiannya.
Ukuran
productivity antara lain tersebut
sebagai berikut:
a.
Total
Factor productivity
Masing-masing
dapat diukur kemudian dijadikan standar dijadikan standar untuk diberbandingkan
dengan produktivitas realita perusahaan atau dibandingkan dengan para
pesaingnya. Dari perbanding itu akan dapat diketaui apakah kinerjannya diatas
produktivitas standar atau di bawahnya. Hal ini akan menciptakan adannya tindak
lanjutkan dari manajemen.
B.
DESAIN
SISTEM PRODUKSI
a.
Konsep
dasar sistem produksi
Pada
dasarnya sistem produksi adalah proses transformasi input menjadi output, atau
dengan kata lain produksi adalah sebuah proses mengubah input menjadi output.
Berdasarkan pengertian ini, sistem produksi memiliki tiga komponen utama yaitu:
Masukan (input), Keluaran (output) , dan proses (processes), atau dessler
(2004) menyebutnya sebagai proses konversi. Ketiga komponen ini dapat dilihat
dalam gambar berikut:
Masukan
Konversi Keluaran
|
·
Bahan baku
·
Tenaga kerja
·
Informasi pasar
·
Kebutuhan konsumen
·
Kebutuhan pemilik
perusahaan
·
Modal
·
Mesin
|
|
·
Transportasi
·
Prosedur
·
Teknologi
·
Sistem produksi
·
Proses produksi
·
Pengelolaan Mesin
·
Monitoring pegawai
|
|
Keluaran langsung
·
Barang
·
Jasa
|
|
Keluaran tidak langsung
·
Gaji
·
Dampak lingkungan
·
Dampak sosial
|
Masukan dapat berupa bahan baku, tenaga kerja,
modal, maupun informasi yang dibutuhkan untuk proses produksi. Proses konversi
bisa berupa sistem produksi yang digunakan, monitoring pegawai, maupun
teknologi transportasi yang digunakan dalam rangkaian proses produksi yang
dilakukan. Adapun keluaran dari proses konversi dapat berupa keluaran langsung
yaitu berupa barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen, maupun keluaran
tidak langsung yang dapat berupa pembayaran gaji atau upah kepadatenaga kerja,
limbah produksi yang memberikan dampak lingkungan, dan lain lain.
b.
Empat
elemen dalam desain sistem produksi
Mulai Sebagaimana dikemukakan
oleh dessler (2004) terdapat empat elemen mendasar dalam pengambilan keputusan
yang terkait dengan desain sistem produksi, yaitu:
1.
Lokasi
produksi (plan location)
Keputusan
mengenai lokasi produksi merupakan keputusan yang penting bagi manajemen operasi,
sekaligus juga bagi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan.
Terdapat
dua kriteria yang dapat digunakan dalam menetukan lokasi produksi, yaitu
kriteria subjektif dan kriteria objektif.
Kriteria subjektif lebih mendasarkan keputusan lokasi produksi
berdasarkan pertimbangan subjektif pemilik perusahaan.
Kriteria objektif yaitu
mempertimbangkan berbagai faktor yang akan mendukung tercapainya keberhasilan
bisnis perusahaan.
2.
Tipe
proses produksi
Keputusan
mengenai proses produksi seperti apa yang akan dgunakan, menjadi keputusan
kedua yang penting dalam melakukan
desain sistem produksi.
Secara garis besar terdapat dua jenis sistem produksi yaitu sistem
produksi intermiten dan sistem produksi yang berkelanjutan.
Sistem produksi intermitan
adalah sistem produksi dimana pengelolaan kegiatan produksi bersifat tidak
terus menerus atau berkelanjutan, dan menggunakan pola mulai sampai selesai.
Terdapat dua jenis pola produksi yang menggunakan sistem intermiten ini,
produksi masal dan pilihan masal. Produksi masal umumnya berlaku padaperusahaan
manufaktur. Produksi dilakukan melalui standar produksi tertentu, prosedur
tertentu, dan jumlah unit produk tertentu yang secara rutin diproduksi untuk
kemudian ditawarkan kepada konsumen. Pilihan masal artinya bahwa produk yang
dhasilkan oleh perusahaan memberikan keleluasaan kepada konsumen untuk memilih
sesuai dengan selera dan daya belinya masing masing.
Sistem produksi yang berkelanjutan adalah sistem produksi dimana pengelolaan kegiatan produksi
bersifat terus menerus dan untuk jangka waktu yang relatif panjang.
Selain
tipe produksi dibagi menjadi intermiten dan terus menerus, tipe produksi juga
dapat dibagi menjadi sintetis dan analitis.
Tipe produksi sintetis
adalah proses produksi yang menghasilkan satu jenis produk dari berbagai jenis
bahan baku atau faktor input.
Tipe produksi analitis
adalah proses produksi yang menghasilkan beberapa jenis produk dari satu jenis
bahan baku atau faktor input.
3.
Rancanga
rumah produksi
Rumah
produksi disini adalah tempat dimana kegiatan produksi dijalankan. Rumah
produksi dapat berupa kantor, pabrik, maupun berbagai jenis tempat lainnya.
Termasuk kedalam rumah produksi ini adalah berbagai fasilitas yang terdapat
didalamnya. Keputusan mengenai desain rumah produksi artinya keputusan yang
menyangkut bagaimana perusahaan mendesain tempat produksi, dari mulai
fasilitas, pekerja, gudang, dan lain lain tergantung jenis perusahaannya.
4.
Rancangan
sistem produksi
Perusahaan
perlu merancang sistem produksi yang paling sesuai dengan jenis bisnis yang
dijalankannya, terdapat 4 jenis rancangan dalam sistem produksi yaitu:
·
Rancangan
produk, adalah rancangan sistem produksi yang bersifat berkesinambungan dari
awal hingga akhir dan mengikuti satu pola proses produksi.
·
Rancangan
proses yaitu rancangan sistem produksi yang proses produksinya mengikuti jenis
proses yang harus dilakukan, dan tidak selalu harus mengikuti seluruh proses
yang ada.
·
Rencangan
posisi tetap, adalah sistem produksi dimana produk yang akan dibuat diletakkan
disuatu tempat, dan berbagai fasilitas seperti mesin, alat produksi, tenaga
kerja dari mulai teknisi dan tenaga ahli, mengerjakan proses pengerjaannya
ditempat tersebut.
·
Rancangan
sistem modular, adalah sistem produksi yang dibangun dalam sebuah sel produksi
atau pola produksi tertentu yang dapat mengurangi penggunaan bahan baku, sumber
daya maupun pergerakan tenaga kerja, atau juga untuk memperbaiki sistem kerja,
sistem modular ini dapat dikatakan merupakan gabungan antara rancangan produk
dan rancangan proses.
C.
KEGIATAN
PERENCANAAN DAN KEPUTUSAN OPERASI
1.
Kegiatan
Perencanaan Operasi
Kegiatannya
meliputi:
a.
Penentuan
strategi operasi
b.
Analisis
dan penentuan lokasi perusahaan
c.
Riset
dan pengembangan produk atau jasa
d.
Melakukan
perencanaan jumlah produksi
e.
Penentuan
luas dan pola produksi
f.
Perencanaan
layout mesin
g.
Job
design
h.
Penentuan
standar
2.
Keputusan
Operasi
Pengambilan
keputusan merupakan tema pokok dalam operasi perusahaan.
Macam-macam
keputusan operasi :
a.
Keputusan
berkaitan dengan proses
Keputusan
mengenai proses, termasuk proses fisik, berkenaan dengan fasilitas yang akan
dipakai untuk memproduksi barang atau jasa. Keputusan mengenai hal ini harus
benar benar diperhitungkan secara matang karena pada umumya akan terus dipakai
dalam jangkawaktu yang panjang dan tidak mudah diubah-ubah, terlebih bila
menyangut investasi yang cukup besar.
b.
Keputusan
berkaitan dengan kapasitas
Keputusan
mengenai kapasitas diperlukan untuk menghasilkan jumlah produk yang tepat
ditempat yang tepat dan dalam waktu yang tepat pula. Perencanaan kapasitas
tidak hanya menyangkut besarnya fasilitas, tapi juga menyangkut jumlah orang
yang dibutuhkan dalam pengoperasiaannya.
c.
Keputusan
berkaitan dengan sediaan
Keputusan
berkaitan dengan sediaan ini mencakup apa yang akan dipesan, berapa banyak, dan
kapan dipesan. Sistem pengendalian sediaan dipakai untuk mengatur bahan-bahan
mulai dari pembeliannya sebagai bahan mentah, proses pembuatan, sampai menjadi
bahan jadi. Manajer sediaan memutuskan berapa banyak barang yang akan disimpan
sebagai sediaan, dimana penyimpanannya, dan hal hal lain yang berhubungan
dengan sediaan. Mereka mengelola arus barang dalam perusahaannya.
d.
Keputusan
berkaitan dengan tenaga kerja
Keputusan
berkaitan dengan tenaga kerja mencakup bagaimana rekrutment dilakukan, proses
seleksi diselesaikan, pelatihan dan pengembangan, supervisi, kompensasi, dan
PHK. Pengelolaan tenaga kerja agar bisa bekerja secara produktif tapi tetap
manusiawi adalah kunci keberhasilan dari bagian operasi.
e.
Keputusan
berkaitan dengan mutu
Salah
satu fungsi terpenting dari bagian operasi adalah bertanggung jawab atas mutu
barang atau jasa yang dihasilkan karena akan mempengaruhi organisasi secara
luas, keputusan yang menyangkut penentuan mutu produk ini harus selalu menjadi
orientasi bersama dalam setiap proses operasi.
D.
MEMILIH
LOKASI, RANCANGAN DAN TATA LETAK OPERASI
Memilih lokasi adalah sebuah
keputusan penting dalam manajemen produksi untuk sebuah pabrik atau kantor.
Lokasi akan banyak mempengaruhi biaya produksi dan kemampuan bersaing
perusahaan itu dengan perusahaan lain. Pilihan lokasi juga dapat menentukan
penghasilan karena jika produk dijual dilokasi hal ini akan mempengaruhi
permintaan terhadap produk.
a.
Faktor
yang mempengaruhi pilihan lokasi
·
Biaya
ruang kerja
Biaya
untuk membeli ruang kerja seperti gedung atau kantor dapat berbeda dari satu
lokasi kelokasi lain. Biaya ruang kerja kemungkinan akan makin tinggi semakin
dekat letaknya kepusat bisnis dimana biaya tanah mahal.
·
Biaya
tenaga kerja
Biaya
untuk menggaji karyawan bervariasi antar lokasi. Gaji dikota cenderung lebih
tinngi daripada diluar kota untuk jenis pekerjaan tertentu.
·
Insentif
pajak
Beberapa
pemerintah daerah bersedia menawarkan kredit pajak untuk menarik perusahaan
kedaerah mereka. Insentif ini diberikan untuk menambah lapangan kerja dan
memperbaiki ondisi ekonomi didaerah itu
·
Sumber
permintaan
Jika
perusahaan berencana untuk menjual produknya dilokasi tertentu, perusahaan itu
mungkin menetapkan lokasinya disitu. Biaya transportasi dan jasa produk dapat
dikurangi dengan memproduksi dilokasi yang dekat dengan sumber permintaan.
·
Akses
ke transportasi
Apabila
perusahaan menjual produknya di seluruh negeri, mereka akan memilih lokasi
dekat sumber utama transportasinya. Mereka juga harus mudah dicapai agar dapat
menerima bahan baku yang dikirimkan kepadanya.
·
Ketersediaan
tenaga kerja
·
Perusahaan
yang merencanakan untuk menyewa pekerja spesialis harus dapat menarik tenaga
kerja yang diperlukan. Mereka dapat memilih lokasi diman banyak terdapat tenaga
kerja dengan keahlian khusus yang diperlukan. Misalnya perusahaan teknologi
tinggi cenderung memilih tempat dekat universitas dimana terdapat banyak tenaga
kerja berpendidikan cukup.
b.
Rancangan
dan tata letak
Setelah lokasi untuk pabrik atau
kantor dipilih rancangan dan tata letak harus ditentukan. Rancangan menunjukkan
ukuran dan struktur pabrik atau kantor. Tataletak adalah pengaturan mesin dan
perlengkapan didalam pabrik atau kantor.
Keputusan mengenai
rancangan dan tata letak mempengaruhi biaya operasi secara langsung karena
keputusan ini menentukan harga sewa, mesin, perlengkapan. Hal ini dapat
berpengaruh pula pada pengeluaran untuk bunga karena mempengaruhi jumlah
pinjaman untuk membeli properti atau mesin.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi rancangan dan tata letak
Keputusan untuk rancangan dan tata letak dipengaruhi oleh
karakteristik berikut:
·
Karakteristik
lokasi
·
Proses
produksi
·
Jenis
produk
·
Kapasitas
produksi yang diinginkan
E.
PENGAWASAN
PRODUKSI
Setelah pabrik dan rancangan di pilih, perusahaan dapat melakukan
pengawasan produksi yang meliputi hal-hal berikut:
a)
Pembelian
bahan baku
Para
manajer melakukan tugas-tugas berikut ketika membeli persediaan bahan. Pertama mereka
harus memilih pemasok. Kedua mereka mencoba mendapatkan potongan harga menurut
volume. Ketiga mereka harus menentukan apakah akan menyerahkan beberapa tugas
produksi ke pemasok.
b)
Pengawasan
persediaan
Pengawasan
persediaan adalah proses mengelola persediaan pada tingkat yang meminimalkan
biaya. Pengawasan persediaan memerlukan manajemen persediaan bahan baku,
persediaan pekerjaan yang berlangsung, dan persediaan barang jadi seperti
dijelaskan dibawah ini:
Ø Pengawasan persediaan bahan baku
Apabila
perusahaan kelebihan stok bahan baku,mereka mungkin perlu meminjam lebih banyak
dana lagi untuk membiayai persediaan ini.Hal ini akan meningkatkan apa yang
disebut biaya pemeliharaan.Biaya pemeliharaan termasuk biaya pendanaan maupun
biaya penyimpanan atau asuransi barang persediaan tersebut.Meskipun perusahaan
berupaya mengurangi biaya pemeliharaan dengan sering memesan bahan baku dalam
jumlah kecil,strategi ini menambah biaya untuk memesan (biaya pemesanan).Setiap
penyesuaian strategi pembelian bahan baku biasanya akan mengurangi biaya
pemeliharaan,namun menambah biaya pemesanan atau sebaliknya.
Ø Pengawasan persediaan work in process
Perusahaan
harus dapat pula mengelola persediaan barang yang sedang
dikerjakan,yangmerupakan persediaan produk yang baru sebagian
selesai.Kekurangan dalam ketiga jenis persediaan harus dihindari. Akibat
langsung dari kekurangan persediaan bahan baku atau persediaan work-in-process
adalah terhentinya produksi, sedangkan akibat langsung dari kekurangan barang
jadi adalah batalnya penjualan. Kekurangan persediaan produk jadi mungkin
disebabkan oleh kekurangan persediaan bahan baku atau persediaan
work-in-procces.
Ø Pengawasan persediaan barang jadi
Jika
permintaan terhadap produk perusahaan suatu saat berubah, paramanajer perlu
memantau perbedaan dalam penawaran-permintaan yang diharapkan. Jika
diantisipasi persediaan berlebih dari satu produk, perusahaan dapat menghindari
persediaan berlebih dengan mengalihkan sumber dayanya kearah produk lain. Jika
diantisipasi permintaan akan naik, perusahaan perlu memikirkan akan kekurangan
produk dan harus mengembangkan strategi untuk meningkatkan volume produksi.
Mungkin dijadwalkan kerja lemburuntuk karyawan atau menyewa pegawai baru untuk
mendapatkan tingkatproduksi yang lebih tinggi. Apabila perkiraan permintaan
terlalu rendah, perusahaan mungkin tidak memproduksi jumlah yang cukup untuk
memenuhi semua pelanggan.
c)
Routing
Routing
ialah urutan atau rute tugas yang perlu untuk menghasilkan sebuah produk bahan
baku biasanya dikirim ke masing masing pos kerjaagar dapat dipakai sesuai
spesifikasi proses produksi. Bagian tertentu dari proses produksi diselesaikan
disetiap pos kerja.
d)
Penjadwalan
Penjadwalan
adalah tindakan menetapkan periode waktu untuk setiap tugas dalam proses
produksi. Jadwal produksi adalah rencana untuk timing dan volume tugas
produksi. Penjadwalan penting karena menetapkan jumlah produksi yang harus
dicapai disetiap pos kerja selama jumlah hari atau minggu tertentu. Maka setiap
karyawan mengetahui apa yang diharapkan, selain itu jadwal ini memungkinkan
manajer memperkirakan jumlah yang akan dihasilkan setiap hari, minggu, atau bulan.
Pengawasan
kualitas
Kualitas didefinisakan sebagai derajat dimana barang atau jasa
memuaskan persyaratan atau harapan pelanggan.
Kualitas
berhubungan dengan kepuasan pelanggan yang dapat mempengaruhi penjualan dimasa
depan dan oleh karena itu mempengaruhi kinerja perusahaan dimasa mendatang.
Maka perusahaan semakin mengakui dampak yang ditimbulkan oleh kualitas barang
atau jasa terhadap keseluruhan kinerja.
Pengawasan kualitas merupakan proses untuk
menentukan apakah kualitas barang atau jasa memenuhi tingkat kualitas yang
diharapkan dan mengidentifikasi perbaikan jika ada yang perlu dilakukan pada
proses produksi. Kualitas dapat diukur dengan menilai berbagai karakteristik
(seperti beberapa lama produk itu bertahan) yang meningkatkan kepuasan pelanggan.
Kualitas sebenarnya dari produk dapat dibandingkan dengan tingkat kualitas yang
diinginkan untuk menentukan apakah kualitas perlu diperbaiki.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Operasi merupakan rangkaian kegiatan
yang terdiri dari pengadaan input produk, melakukan transformasi atau proses
produksi untuk menghasilkan output berupa barang atau jasa berdasarkan strategi
bisnis serta disesuaikan dengan perubahan lingkungan.
Sistem produksi adalah proses
transformasi input menjadi output, atau dengan kata lain produksi adalah sebuah
proses mengubah input menjadi output. Berdasarkan pengertian ini, sistem
produksi memiliki tiga komponen utama yaitu: Masukan (input), Keluaran (output)
, dan proses (processes).
Memilih lokasi adalah sebuah
keputusan penting dalam manajemen produksi untuk sebuah pabrik atau kantor.
Rancangan menunjukkan ukuran dan struktur pabrik atau kantor. Tataletak adalah
pengaturan mesin dan perlengkapan didalam pabrik atau kantor.
Setelah pabrik dan rancangan di
pilih, perusahaan dapat melakukan pengawasan produksi yang meliputi Pembelian
bahan baku, pengawasan persediaan routing, penjadwalan dan pengawasan kualitas.
Daftar Pustaka
Madura, jeff.2001.Pengantar
Bisnis, Buku 1. Edisi 1.
Jakarta:Salemba Empat
Basri. 2005. Bisnis Pengantar, Edisi 1. Yogyakarta: BPFE
Yusanto, MI dan W.,MK.2002. Menggagas
Bisnis Islami, Jakarta: Gema Insani
Ernie TS dan Kurniawan S.2005. Pengantar
Manajemen, Edisi 1. Jakarta: Kencana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar