PENGERTIAN SUMBER DAN AJARAN AGAMA
ISLAM
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu : Achmad Nur Qodin, S.H.I., M.H

Disusun Oleh :
Erma Muftia Nihayatin : 1320210154
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS
JURUSAN SYARI’AH
DAN EKONOMI ISLAM / EKONOMI SYARI’AH
TAHUN 2013/2014
AGAMA ISLAM
1.
Pengertian Islam
Secara etimologis ,”Islam” berasal dari bahasa Arab ,berasal dari salima
yang berarti selamat sentosa. Dari kata ini dibentuk,” aslama” yang berarti
memelihara dalam keadaan yang selamat
sentosa,”dan berarti menyerahkan diri,tunduk patuh dan taat.
Kata ,”aslama itulah yang menjadi kata
pokok dalam “islam” menggandung segala arti yang ada dalam menerahkan diri(muslim) kepadanya,baik dengan
suka(thau’an) ataupun terpaksa dan kepada allah mereka
dikembalikan.(QsAli’Imran:83)
Orang yang melakukan “aslama”atau masuk islam
disebut muslim yaitu telah menyatakan dirinya taat, menyerahkan diri dan
(pasti) terjamin keselamatan kehidupanya di dunia dan di akhirat.
Sebagaimana
diterangkan dalam al Qur’an :
“Bahkan barang siapa
aslama(menyerahkan diri) kepada Allah, sedang dia berbuat kebaikan, maka
baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan pula bersedih hati.”(Qs. Al-Baqarah:112)
Sesunggguhnya islam itu adalah
agama sepanjang sejarah kehidupan manusia,agama yang diseru seluruh Nabi dan
Rasul yang pernah diutus Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam al-quran surat al
hajj:7; al- Baqarah:132;Ali ‘Imran:6;Yusuf:101;al-Naml:29-31 dan lainnya.
Adapun islam sebelum kurun
risalah Nabi Muhammad SAW.diwahyukan ,pada waktu itu islam sifatnya masih
“lokal” hanya untuk kepentingan bangsa atau daeragh tertentu saja dan terbatas
periodenya.
Islam dengan risalah yang dibawa
nabi Muhammad SAW adalah agama universal
rahmatan li al-‘alamin berbentuk sunnah yang shahih, hukum yang benar dan
diterima di sisi allah, sebagaimana firmannya:
“Sesungguhnya agama (diri)
yang diterima di sisi Allah ialah Islam.”(Qs.Ali ‘Imran: 19)
Ajaran Islam mengatur hubungan manusia dengan Tuhan,yang meliputi
keimanan dan yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungannya, di
sebut mu’amalah bersifat horisontal.
2.
SUMBER NILAI DAN NORMA DALAM
ISLAM
Islam berisi ajaran tentang hukum ,norma,dan kaidah. Islam mengandung
nilai asasi seperti akidah. Dalam agama islam segala sesuatu baik nilai maupun
norma berpijak pada sumber utamanya yaitu al-quran dan al sunnah.
Untuk mengetahui nilai dan norma yang terkndung dan dimaksudkan dalam
kedua sumber tersebut, manusia harus melakukan ijtihad yaitu usaha sungguh-
sungguh yang memenuhi syarat tertentu pada saat tertentu untuk merumuskan
ketentuan hukum mengenai pernasalahan yang tidak terdapat kepastian hukumnya
secara tegas dan positif dalam al-quran dan al sunnah.
Ijtihad dapat ditempuh oleh seseorang atu beberapa orang. Jika ijtihad
yang kedua ini dilakukan dan dicapai suatu kesepakatan di sebut
ijma’(kesepakatan ulama’ tertentu). Manifestasi ijtihad bisa berbentuk qiyas,
yaitu suatu usaha yang di tempuh oleh pelaku ijtihad(mujtahid) untuk menentukan
kepastian hukum mengenai perkara yng tidak terdapat kepastian hukumnya secara
tegas dan positif dengan jalan menyamakan perkara itu dengan perkara lain yang
sudah ada kepastian hukumnya.
Nabi
SAW dalam sebuah hadits bersabda: “apabila seorang mujtahid dalam menggali
hukum islam itu benar, maka mendapat dua pahala dan apabila salah , maka
mendapat satu pahala”.
Secara rasional itihad dibenarkan sebab ketentuan yang terdapat di dalam
al- Quran dan al-Sunnah tidak semua
terinci, bahkan sebagian besar masih bersifat global yang membutuhkan
penjabaran lebih lanjut. Disamping
permasalahan kehidupan selalu berkembang
terus ,sedangkan secara tegas permasalahan yang timbul itu belum atau
tidak disinggung .Oleh karena itu diperboehkan berijtihad, meski masih harus
tetap bersandar kepada kedua sumber utamanya ,dan sejauh dapat memenuhi
persyaratan.
3.
SISTEMATIKA AJARAN ISLAM
Secara umum dasar –dasar ajaran itu meliputi akidah ,ibadah dan akhlaq. Dasar- dasar ini
terpadu , tidak dapat di pisahkan antara yang satu dewngan yang lain.
Pemilahannya hanya terjadi dalam tatanan
keilmuan.
Pembagian ini didasarkan pada sebuah hadits , suatu ketika malaikatb
jibril dalam bentuk seorang laki-laki datng kepada nabi, sampai kedua lututnya
menempel dengan lutut nabi, kemudian dia bertanya” apa yang dimaksud iman it?”
Nabi menjawab, “Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat dan
berjumpa dengan Allah. Percaya akan rosulNya dan hari kebangkitan. Lelaki itu
membenarkan, selanjutnya bertanya lagi, “Apakah islam itu?” Nabi menjawab,
“islam itu ialahh enakau menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan
sesuatu mendirikan sholat, mengeluarkan zakat yang wajib, berpuasa dibulan
ramadhan dan menunaikan ibadah haji kebaitullah bagi yang kuasa.” Diapun
bertanya lagi kepada nabi, “Apa yang disebut Ihsan?” “Ihsan ialah engkau
menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak dapat
melihatnya, maka engkau harus meyakini ia bahwa allah itu melihat kamu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar