Rabu, 24 Februari 2016

PENGERTIAN SUMBER DAN AJARAN AGAMA ISLAM



PENGERTIAN SUMBER DAN AJARAN AGAMA ISLAM
Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu : Achmad Nur Qodin, S.H.I., M.H

                               

Disusun Oleh :

Erma Muftia Nihayatin : 1320210154

                                   

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS
JURUSAN SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM / EKONOMI SYARI’AH
TAHUN 2013/2014
































AGAMA ISLAM
1.       Pengertian Islam
          Secara etimologis ,”Islam” berasal dari bahasa Arab ,berasal dari salima yang berarti selamat sentosa. Dari kata ini dibentuk,” aslama” yang berarti memelihara dalam keadaan yang selamat  sentosa,”dan berarti menyerahkan diri,tunduk patuh dan taat.
Kata ,”aslama itulah yang menjadi kata pokok dalam “islam” menggandung segala arti yang ada dalam   menerahkan diri(muslim) kepadanya,baik dengan suka(thau’an) ataupun terpaksa dan kepada allah mereka dikembalikan.(QsAli’Imran:83)
Orang yang melakukan “aslama”atau masuk islam disebut muslim yaitu telah menyatakan dirinya taat, menyerahkan diri dan (pasti) terjamin keselamatan kehidupanya di dunia dan di akhirat.
Sebagaimana  diterangkan dalam al Qur’an :
                “Bahkan barang siapa aslama(menyerahkan diri) kepada Allah, sedang dia berbuat kebaikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan pula bersedih hati.”(Qs. Al-Baqarah:112)
              Sesunggguhnya islam itu adalah agama sepanjang sejarah kehidupan manusia,agama yang diseru seluruh Nabi dan Rasul yang pernah diutus Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam al-quran surat al hajj:7; al- Baqarah:132;Ali ‘Imran:6;Yusuf:101;al-Naml:29-31 dan lainnya.                                                                              Adapun islam sebelum kurun risalah Nabi Muhammad SAW.diwahyukan ,pada waktu itu islam sifatnya masih “lokal” hanya untuk kepentingan bangsa atau daeragh tertentu saja dan terbatas periodenya.
              Islam dengan risalah yang dibawa nabi Muhammad  SAW adalah agama universal rahmatan li al-‘alamin berbentuk sunnah yang shahih, hukum yang benar dan diterima di sisi allah, sebagaimana firmannya:
                     “Sesungguhnya agama (diri) yang diterima di sisi Allah ialah Islam.”(Qs.Ali ‘Imran: 19)
           Ajaran Islam mengatur hubungan manusia dengan Tuhan,yang meliputi keimanan dan yang mengatur hubungan antara manusia dengan manusia  dan hubungan manusia dengan lingkungannya, di sebut mu’amalah bersifat horisontal.

2.       SUMBER NILAI DAN NORMA DALAM ISLAM
    Islam berisi ajaran tentang hukum ,norma,dan kaidah. Islam mengandung nilai asasi seperti akidah. Dalam agama islam segala sesuatu baik nilai maupun norma berpijak pada sumber utamanya yaitu al-quran dan al sunnah.
    Untuk mengetahui nilai dan norma yang terkndung dan dimaksudkan dalam kedua sumber tersebut, manusia harus melakukan ijtihad yaitu usaha sungguh- sungguh yang memenuhi syarat tertentu pada saat tertentu untuk merumuskan ketentuan hukum mengenai pernasalahan yang tidak terdapat kepastian hukumnya secara tegas dan positif dalam al-quran dan al sunnah.
     Ijtihad dapat ditempuh oleh seseorang atu beberapa orang. Jika ijtihad yang kedua ini dilakukan dan dicapai suatu kesepakatan di sebut ijma’(kesepakatan ulama’ tertentu). Manifestasi ijtihad bisa berbentuk qiyas, yaitu suatu usaha yang di tempuh oleh pelaku ijtihad(mujtahid) untuk menentukan kepastian hukum mengenai perkara yng tidak terdapat kepastian hukumnya secara tegas dan positif dengan jalan menyamakan perkara itu dengan perkara lain yang sudah ada kepastian hukumnya.
                Nabi SAW dalam sebuah hadits bersabda: “apabila seorang mujtahid dalam menggali hukum islam itu benar, maka mendapat dua pahala dan apabila salah , maka mendapat satu pahala”.
            Secara rasional itihad dibenarkan sebab ketentuan yang terdapat di dalam al- Quran  dan al-Sunnah tidak semua terinci, bahkan sebagian besar masih bersifat global yang membutuhkan penjabaran lebih lanjut. Disamping  permasalahan kehidupan selalu berkembang  terus ,sedangkan secara tegas permasalahan yang timbul itu belum atau tidak disinggung .Oleh karena itu diperboehkan berijtihad, meski masih harus tetap bersandar kepada kedua sumber utamanya ,dan sejauh dapat memenuhi persyaratan.
3.       SISTEMATIKA AJARAN ISLAM
        Secara umum dasar –dasar ajaran itu meliputi  akidah ,ibadah dan akhlaq. Dasar- dasar ini terpadu , tidak dapat di pisahkan antara yang satu dewngan yang lain.
Pemilahannya hanya terjadi dalam tatanan keilmuan.
        Pembagian ini didasarkan pada sebuah hadits , suatu ketika malaikatb jibril dalam bentuk seorang laki-laki datng kepada nabi, sampai kedua lututnya menempel dengan lutut nabi, kemudian dia bertanya” apa yang dimaksud iman it?” Nabi menjawab, “Iman itu ialah engkau beriman kepada Allah, malaikat dan berjumpa dengan Allah. Percaya akan rosulNya dan hari kebangkitan. Lelaki itu membenarkan, selanjutnya bertanya lagi, “Apakah islam itu?” Nabi menjawab, “islam itu ialahh enakau menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu mendirikan sholat, mengeluarkan zakat yang wajib, berpuasa dibulan ramadhan dan menunaikan ibadah haji kebaitullah bagi yang kuasa.” Diapun bertanya lagi kepada nabi, “Apa yang disebut Ihsan?” “Ihsan ialah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak dapat melihatnya, maka engkau harus meyakini ia bahwa allah itu melihat kamu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar